PIT39-HATHI

Terpilihnya Indonesia memegang presidensi G20 menunjukkan Indonesia diakui dunia sebagai negara yang pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat dari ujian pandemi dalam dua tahun terakhir. 

Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia adalah organisasi yang turut mendukung dan membuktikan hal itu, karena HATHI secara konsisten menyelenggarakan kegiatan tahunannya yaitu Pertemuan Ilmiah Tahunan. PIT HATHI ke-39 tahun ini akan diselenggarakan di Kota Mataram. 

Mengingat kondisi pandemi COVID-19 yang hingga kini masih memerlukan perhatian berbagai pihak, maka tanpa mengurangi esensi dan tujuan kegiatan, PIT HATHI ke-39 telah ditetapkan akan diselenggarakan secara hybrid. Kehadiran dan partisipasi semua pihak tentunya sangat diharapkan untuk menjaga tali silaturahmi dan kesinambungan program. 

 

Mari kita sukseskan PIT HATHI ke-39, 

Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat

 

 


Sabtu, 29 Oktober 2022,
08.00 – 17.30 WIB,

Tempat:  
Auditorium Universitas Mataram, NTB

melalui Zoom Meting dan Offline

 


DOWNLOAD TEMPLATE     SUBMIT PAPER     REGISTRASI PESERTA


 

Maksud 

  • Menciptakan forum komunikasi bagi berbagai pemangku kepentingan untuk bertukar pikiran, berbagi pengalaman, dan menuangkan gagasan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengelolaan sumber daya air yang lebih baik. 
  • Menghimpun dan mempererat tali silaturahmi di antara para ahli teknik hidraulik Indonesia. 

 

Tujuan 

  • Merumuskan pemikiran dan masukan secara konkrit untuk mengatasi permasalahan dan menjawab tantangan dalam pengelolaan sumber daya air guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

 


Latar Belakang 

Perkembangan yang terjadi di dunia telah membawa dampak bagi berbagai aspek kehidupan. Ekonomi mengalami kemajuan, kota-kota tumbuh, jumlah penduduk meningkat, dan banyak aktivitas menuju standar hidup yang lebih baik. Perkembangan itu menuntut pengelolaan sumber daya alam yang menunjang semua aspek pertumbuhan ekonomi dan sosial. Pengeloaan Sumber Daya Air (SDA), adalah salah satu yang saat ini menjadi prioritas dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. SDA menjadi faktor utama dalam mensukseskan semua aspek pembangunan, diantaranya adalah ketahanan pangan, kesehatan, dan pengurangan kemiskinan. Pengelolaan SDA yang mantab menjadi syarat dalam memacu pertumbuhan ekonomi di bidang pertanian, industri, dan pembangkit energi, serta mempertahankan kelestarian ekosistem alami tempat keberlangsungan interaksi unsur hayati dan non hayati. 

Dewasa ini, seiring berkembangnya teknologi cerdas, pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) dapat memanfaatkan teknologi cerdas tersebut untuk menghasilkan kualitas pengelolaan yang lebih baik. Tuntutan lingkungan strategis, perkembangan teknologi industri yang demikian pesat, kebutuhan operasional dan layanan masyarakat yang semakin cerdas, menjadi motivasi sekaligus tantangan bagi para ahli SDA. 

Insan SDA sudah harus maklum dengan lingkungan Industri 4.0, yang pertama kali digemakan pada Hannover Fair, 4-8 April 2011. Dengan Industri 4.0, pelaku industri memanfaatkan komputer saling terhubung dan berkomunikasi satu sama lain untuk akhirnya membuat keputusan tanpa keterlibatan manusia. Kombinasi dari sistem fisik dan cyber, Internet of Things (IoT), dan Internet of Systems membuat Industry 4.0 menjadi dimungkinkan, serta pembuatan pabrik pintar menjadi kenyataan. Selanjutnya pertemuan antara Revolusi Industri 4.0 atau disebut era digitalisasi (digitalization) dan Evolusi Masyarakat 5.0 atau disebut juga dengan era masyarakat super cerdas (super smart society), akan menghasilkan Era Revolusi industri kelima atau Industri 5.0, yaitu kerja sama antara manusia dan mesin. Realisasinya adalah perpaduan sistem cyberspace dan physical space (CPS) untuk menghasilkan data berkualitas yang disimpan dalam perangkat penyimpanan informasi. Hal ini tentunya menantang ahli SDA untuk meningkatkan penerapan Pengelolaan Cerdas Sumber Daya Air (PC-SDA) atau Smart Water Management (SWM). Para aktor SDA harus meningkatkan keterampilannya untuk beradaptasi dengan penerapan SWM. 

Bagi Indonesia yang telah menerapkan Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) Terpadu atau Integrated Water Resources Management (IWRM), era industrialisasi dan pemanfaatan TIK adalah suatu tantangan baru disamping tantangan bencana alam yang masih terus-menerus dihadapi. Terletak di kawasan “Ring of Fire” - Cincin Api Pasifik, Indonesia harus terus menghadapi resiko letusan gunung berapi, gempa bumi, banjir dan tsunami. Dewasa ini, fenomena bencana hidrometeorologi juga memerlukan perhatian yang lebih besar. Saat musim hujan atau kemarau yang ekstrim (fenomena El Nino dan La Nina) telah memberikan dampak yang signifikan bagi lingkungan hidup. Beberapa kondisi alam telah terjadi di Indonesia, seperti pergeseran periode musim hujan dan musim kemarau dengan durasi lebih panjang, serta makin tingginya gelombang di Laut Jawa yang mengakibatkan banjir rob di sebagian besar wilayah pantai utara Pulau Jawa. Hal itu menuntut para pakar, engineer, dan pemerhati Sumber Daya Air menyikapinya dengan semakin cerdas, memaksimalkan segala potensi sumber daya ilmu pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki. 

Selain itu, dalam dua tahun terakhir, sebagaimana negara lain di dunia, Indonesia juga menghadapi ujian pandemi Covid-19. Pengelolaan sumber daya air ke depan memerlukan semangat yang lebih besar paska pandemi Covid-19. Bagi insan dan ahli SDA, mengatasi tantangan adalah motivasi untuk mencapai kemajuan. Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI), organisasi profesi tempat bernaungnya insan dan ahli Sumber Daya Air, selalu memberikan kesempatan bagi pengembangan ilmu pengetahuan, berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang solusi permasalahan SDA untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Kegiatan tahunan Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) adalah Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT), dimana PIT pada tahun 2022 bertempat di Makasar, mengambil Tema dan Sub Tema sebagai berikut : 

Tema:
Pemanfaatan Teknologi Cerdas Dalam Rangka Pengurangan Risiko Bencana Terkait Air di Era Pasca Pandemi Covid-19

 

Sub Tema

1. Manajemen Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim dalam Perencanaan, Operasi dan Pemeliharaan Infrastruktur Sumber Daya Air: Pengendalian banjir rob, Pengelolaan air tanah, Neraca air, Pemantauan runtut waktu, Peramalan debit aliran, Sistem peringatan dini banjir dan kekeringan, Infrastruktur hijau, Pemanenan hujan, Pengendalian pencemaran badan air, Pengelolaan rawa dan pantai, Mitigasi bencana pantai, Restorasi sungai, pantai, danau, dan waduk, Perlindungan ekosistem

2. Elaborasi Teknologi Cerdas dalam Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu dan Berkelanjutan: Sistem informasi spasial, Big Data, Internet of Things, Interoperabilitas informasi, Integrasi teknologi 4.0 dan society 5.0, Modernisasi hidrologi, Modernisasi irigasi, Modernisasi pengolahan air bersih, air limbah, dan sampah, Modernisasi sanitasi, Pembangkit listrik tenaga surya, Pembangkit listrik tenaga air, Pembangkit listrik tenaga laut

3. Penguatan Kelembagaan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Sumber Daya Air yang Terpadu dan Berkelanjutan di Era Pasca Pandemi Covid-19: Pemberdayaan P3A, Komunitas perduli sungai, Komunitas perduli lingkungan, Komunitas perduli sampah, Komunitas tanggap bencana, Penguatan peran dan kinerja TKPSDA, Peran dewan sumber daya air

 

 


Sabtu, 29Oktober 2022,

08.00 – 17.30 WIB,

Tempat:  
Auditorium Universitas Mataram, NTB

melalui Zoom Meting dan Offline


 

SUBMIT PAPER

Penyerahan Abstrak (200 s/d 250 kata) dan Full Paper disampaikan secara online melalui https://easychair.org/conferences/?conf=pit39hathi

 

DOWNLOAD TEMPLATE

 

Makalah merupakan karya ilmiah yang belum pernah dimuat dan/atau dipresentasikan pada media publikasi lain.

• Abstrak sudah diterima Panitia paling lambat tanggal 15 Juli 2022, 

• Pemberitahuan Abstrak diterima tanggal 30 Juli 2022,

• Deadline penerimaan Fullpaper 15 September 2022,

• Pemberitahuan Fullpaper diterima tanggal 30 September 2022, dan

• Deadline perbaikan Fullpaper (bagi yang diterima) tanggal 10 Oktober 2022

 

REGISTRASI PESERTA